Disusun Oleh:
Abstrak
Alasan terbesar
mengapa perlu pemahaman mengenai pengembangan aplikasi mobiletidak terlepas
dari perkembangan perangkat mobile atau smartphone yang tumbuh meningkat begitu
pesat dalam beberapa tahun ini. Dari fenomena tersebut tidak menuntut
kemungkinan tahun depan atau beberapa tahun kedepan masih terjadi peningkatan
oleh karenanya di butuhkan pengembangan aplikasi mobile tersebut.
Isi
Dalam Pengembangan
App Mobile ada 3 pendekatan yang di gunakan untuk mengembangkan aplikasi
mobile, yang dapat berguna bagi banyak orang, institusi, pendidikan, dan banyak
lainnya.
Aplikasi
Native
Aplikasi
Native adalah aplikasi yang secara khusus di tujukan untuk platform mobile
tertentu dan menggunakan bahasa pemograman serta perangkat lunak pengembangan
sesuai platform tersebut. Sebagai contoh aplikasi native android di tulis
menggunakan bahasa pemrograman java dan tool eclipse sementara IOS/Iphone di
tulis dengan menggunakan bahasa objective-c dan tool Xcode.
Kelebihan:
- · Performa yang sangat baik karena di tulis secara native untuk platform spesifik.
- · Mampu mengakses semua fitur perangkat keras smartphone seperti info devive, accelerometer, kamera, compas, file dan lain sebagainya.
- · Menghasilkan antarmuka look and feel yang alami dengan sangat baik.
Kekurangan:
- · Pengenbangan yang tidak mudah karena menggunakan lingkungan, bahasa dan API ( Application Programming Interface ) spesifik.
- · Aplikasi hanya berjalan pada platform yang sudah di spesifikasikan diawal pengembangannya. Apabila ingin tersedia di platform lain maka harus di tulis dari awal dengan menggunakan tool pengembangan yang sesuai.
Aplikasi Web
Aplikasi Web
merupakan aplikasi website yang secara spesifik dioptimalkan untuk penggunaan
di lingkungan smartphone. Aplikasi ini di bangun menggunakan standar teknologi
web seperti HTML5, CSS3 dan JavaScript. Pendekatan write-once-run-anywhere pada
aplikasi web menghasilkan aplikasi mobile cross-platform yang mampu bekerja
pada platform mobile berbeda.
Kelebihan:
- · Dapat berjalan baik di semua browser modern pada platform mobile, seperti contohnya saja web STMIK Amikom yang dapat berjalan di semua browser baik mobile atau browser yang ada di komputer.
- · Tahap pengembangan yang mudah karena menggunakan teknologi web yang sudah ada.
- · Tidak perlu mempelajari bahasa baru karena menggunakan bahasa yang sudah familiar yaitu HTML5, CSS3 dan JavaScript.
Kekurangan:
- · Kemampuan aplikasi sangat terbatas yakni tidak dapat mengakses fitur-fitur perangkat keras smartphone.
- · Sesuai karakteristiknya aplikasi web mobile hanya tersedia secara online.
- · Performa kurang stabil dan bergantung pada konektivitas yang ada.
Aplikasi
Hybrid
Institusi
dari aplikasi hybrid adalah menanamkan aplikasi mobile HTML5 ke dalam kontainer
native. Aplikasi berupaya mengkombinasikan kelebihan-kelebihan pendekatan
aplikasi web mobile HTML5 dan aplikasi native. Sederhananya , pendekatan ini
akan mengonversi aplikasi web mobile HTML5 ke aplikasi native smartphone
targer. Dan untuk mengimplementasikan hal tersebut di perlukan dukungan
perangkat lunak spesifik yaitu sebuah framework pengembangan aplikasi mobile
seperti phonegap.
Kelebihan:
- · Tahap pengembangan yang relatif mudah karena memanfaatkan standar teknologi web.
- · Hasil pembuatan aplikasi dapat berjalan pada hampir semua platform mobile ( bergantung framework yang di gunakan ) .
- · Memungkinkan pembuatan aplikasi online ataupun offline.
Kekurangan:
- · Memerlukan perangkat lunak bantu framework pengembangan aplikasi mobile berbasis web yang stabil dan mendukung lintas platform.
- · Bagaimanapun aplikasi hybrid masih belum bisa menyamai aplikasi native.
Dari
pembahasan di atas maka telah jelas bagaimana kita bisa melakukan pengembangan
aplikasi mobile dan tinggal kita memilih berdasarkan kemampuan dan selera
terkait bahasa pemrograman dan toolnya.

EmoticonEmoticon